Selasa, 29 Desember 2009

tugas surat bahas indonesia

Jakarta, 30 Desember 2009

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Gilland Ganesha
Jl. Raya Kebon Durian No. 11
Jakarta Timur


Dengan hormat,

Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT. Gilland Ganesha, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 28 Desember 2009. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Gilland Ganesha.

Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir

Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan
: Benny Kasmanto
: Bukit Tinggi, 19 Februari 1976
: Sarjana Manajemen Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) - Jakarta
(Konsentrasi Manajemen Pemasaran)
: Perum Bumi Sentosa Blok A.5 Bekasi
: 021 - 87914990, 0815 965 5695, benny_kas07@yahoo.co.id
: Menikah

Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.

Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.

Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.

Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,



Benny Kasmanto

tugas surat bahasa inggris

Dear Managers and Colleagues,

As many of you probably know, tomorrow is my last working day at [company name] . But before I leave, I would like to take a moment to remember and cherish our times together. It's been great knowing each one of you. Even though I will miss you all here, I am looking forward to this new challenge and to start a new phase of my career.
I have been extremely satisfied working with [company name] , working here has been a learning and an enjoyable experience. I thank you all for your support and encouragement during these past three years.

With all of you, I have shared a unique camaraderie which I hope will continue in the years to come even though I shall not be here with [company name] anymore.

This is not a goodbye, only “see you later". Do stay in touch. You may contact me at my personal email: [....]
Please accept my sincere apology for any mistakes I made during my employment at [company name] . I do wish you all and the company every success in future endeavors.



Sincerely Yours,

Minggu, 27 Desember 2009

Kereta Tak berkuda

Hari Sabtu ini mama harus pergi ke Yogya untuk bertemu dengan penerbit buku. Berangkatnya hari Jum’at sore. Karena hari Senin-nya itu hari libur nasional, mama mengijinkan Shasa ikut. Tentu saja bersama papa juga.

Papa kebagian tugas menjaga Shasa selama mama sibuk dengan urusannya, Seperti yang sudah disepakati bersama, Shasa akan menghabiskan hari Sabtu itu dengan berenang. Shasa itu paling senang dengan yang namanya main air. Kalau sudah berenang bisa lupa waktu.

Untungnya urusan mama hanya memerlukan waktu satu hari. Hari Minggu pagi setelah sarapan mama mengajak Shasa jalan-jalan.

“Shasa pengen berenang lagi, Ma.. Kolam renangnya asyik loh.. ada seluncurannya,” kata Shasa.

“Aduh, Sha.. Kemarin hampir setengah harian berenang masih belum puas juga? Masa’ jauh-jauh ke Yogya hanya untuk berenang saja?” tanya Mama.

“Iya, Sha, papa yang nungguin di pinggir kolam renang saja sudah bosan melihat air kolam,” kata Papa.

“Papa sih gak ikutan berenang jadinya bosan deh. Kalau papa ikut berenang dijamin gak bosan, apalagi kalau main seluncuran,” Shasa nyerocos. “Memangnya kita mau kemana sih, Ma?”

“Ya, jalan-jalan lah.. menyusuri jalan-jalan di kota Yogya naik kereta tak berkuda,” jawab Mama.

“Kereta tak berkuda? Apaan tuh?” tanya Shasa heran.



Becak“Makanya ikut mama saja supaya gak penasaran,” kata mama sambil tersenyum misterius. Tak lama kemudian mereka berjalan beriringan keluar hotel. Dengan langkah pasti mama menuju tempat becak-becak yang mangkal di luar pagar hotel dan bicara dengan salah seorang di antara mereka.







“Yuk, kita naik,” ajak mama.

Dengan sigap pengemudi becak itu mengangkat bagian belakang becak supaya mama dan Shasa bisa masuk ke dalam becak dengan mudah. Papa ikut naik becak tapi di becak yang berbeda.

Perlahan becak pun mulai berjalan. Serrr.. Serr.. terdengar suara kayuhan tukang becak. Angin sepoi-sepoi terasa membelai wajah. Hmmm.. baru kali ini Shasa naik becak. Di tempat tinggal Shasa di Tangerang tidak ada becak. Shasa menoleh ke belakang. Papa melambaikan tangannya dan buru-buru menyiapkan kamera untuk memotret Shasa dan mama.

“Ma, katanya tadi mau keliling kota naik kereta tak berkuda,” kata Shasa.

“Yang kita naiki sekarang kan kereta tak berkuda,” jawab mama sambil tersenyum.

“Loh.. bukannya ini namanya becak?” tanya Shasa.

“Iya, becak itu kan kereta tak berkuda,” lagi-lagi mama menjawab sambil tersenyum.

“..kan ada lagunya..” sambung mama.

“Lagu apa?” Shasa bertanya penuh rasa ingin tahu.

Mama pun lalu menyanyikan sebuah lagu.



Saya mau tamasya berkeliling-keliling kota



Hendak melihat-lihat keramaian yang ada



Saya panggilkan becak kereta tak berkuda



Becak.. becak.. coba bawa saya



“Loh.. kok Shasa baru tau ya ada lagu anak-anak seperti itu..” kata Shasa.

“Itu lagu ciptaan Ibu Sud,” jawab mama. “Mama diajari lagu itu waktu mama sekolah taman kanak-kanak.”

“Hah..?! sudah lama sekali dong..,” Shasa menatap mamanya dengan mata yang membesar. “Mama nyanyi lagi dong..” kata Shasa.

Diiringi Shasa yang menggoyang-goyangkan badannya ke kiri dan ke kanan, mama meneruskan nyanyiannya.



Saya duduk sendiri dengan mengangkat kaki



Melihat dengan aksi ke kanan dan ke kiri



Lihat becakku lari bagai takkan berhenti



Becak.. becak.. jalan hati-hati



Serr.. Serr.. Becak pun terus melaju. Sesekali terdengar suara bel-nya dibunyikan. Ting-nong.. Ting-nong.. Ooo.. sekarang Shasa tahu mengapa becak dikatakan sebagai kereta tak berkuda. Becak diumpamakan seperti kereta hanya saja bukan ditarik oleh kuda melainkan dikayuh oleh pengemudinya.

Mereka berkeliling ke tempat penjualan batik. Kemudian ke tempat penjualan kaos dan juga tempat penjualan oleh-oleh dan makanan khas Yogya. Wahh.. ternyata jalan-jalan di Yogya naik becak tidak kalah menyenangkan dengan berenang di hotel. Saking senangnya, Shasa bahkan minta ‘tambahan waktu’ jalan-jalan naik becak.

Ketika akhirnya becak tiba kembali di hotel, sempat-sempatnya Shasa minta difoto sambil berpose di samping becak.

“Pinten, Pak?” tanya mama kepada tukang becak.

“Terserah Panjenengan,” jawab tukang becak.

“Lohh... kok terserah kula? kula mboten ngertos ongkose, Pak!” kata mama.

“Pinten mawon... terserah...,” tukang becak itu menjawab sambil tersenyum.

Shasa terbengong-bengong mendengar percakapan itu. Walaupun tidak mengerti bahasa Jawa tapi Shasa bisa mengira-ngira isi percakapan itu menanyakan berapa ongkos yang harus dibayar. Akhirnya mama mengeluarkan sejumlah uang. Sambil membungkukkan tubuhnya pengemudi becak menerima uang yang disodorkan mama dan mengucapkan terima kasih.

“Gimana, asyik kan keliling kota naik kereta tak berkuda?” tanya mama.

Shasa menganggukkan kepalanya. “Asyik dan ada bonus kejutannya,” kata Shasa sambil tersenyum lebar.

“Kejutan apa?” tanya mama heran.

“Shasa baru tahu kalau mama ternyata bisa bahasa Jawa padahal mama kan bukan orang Jawa. Belajar dari siapa sih, Ma?”

“Aaa.. da aja,” jawab mama sambil tersenyum. “Rahasia dong…”









BSD, 4 Februari 2009

erlitapratiwi @ cbn . net .id

gambar becak dari http://bundaindi.wordpress.com/2008/09/18/lelaki-sebelas-amanah/

Kamis, 24 Desember 2009

Sahabat

Sahabat .
Bila kau sLh kan aq tulis di atas angin ..
Agar dia terbang dan terlupakan .
Bila kau menolong aq kan ku tulis di dalam hati ..

Selasa, 22 Desember 2009

Jangan Membisu

Janganlah Kau Membisu
Keinginan dalam hatiku untuk menyentuhmu
Keinginan dalam raga untuk selalu bersamamu
Satu kebahagiaan dalam hidupku
Bagiku menjalin asmara dengan mu
Jika dirimu mencintaiku
Ku harap kau tak tersipu
Takkan mungkin mencair
Rasa sayangku takkan pudar
Akan sesuatu yang tak pasti
Karena kau hari-hari ku menjadi lebih berharga..

Sendiri

SENDIRI
Sendiri aku disini
Disini tempat kita bercanda dan tertawa
Dan disini tempat kita berjumpa
Disebrang sana terlihat kilasan wajahmu
Dan dihadapanku terlihat beberapa masa lalu
Kenangan ini begitu membekas dijiwa
Dan tempat ini selalu membuat ku tersipu dalam tangisan
Sungguh aku ingin bersama dengan mu lagi
Meskipun hanya satu malam
Dirimu yang ada dihati ku
Bagitu tega meninggalkan diriku
Betapa sakitnya hati ini
Ku harap kau mengerti..

Kenangan

Nama mu masih terukir indah dihati ku
Wajahmu selalu terbayang dibenak ku
Kau bagaikan ombak
Yang membuat ku terhanyut dalam pelukan mu
Dan matahari yang menyinari bumi
Kau telah menyinari hidup ku dengan cintamu
Ku rindu kasih saying mu
Ku ingin kau selalu bersamaku
Namun ku tak mengerti arti semua ini
Dirimu yang selalu ada di hatiku
Hanya demi sesuatu yang tak pasti..

Sulit bagiku melupakanmu

Sulit bagiku melupakanmu..

Namun begitu mudah kau melupakan ku

Aku sangat mencintaimu,menyayangimu

Entah bagaimana perasaanmu padaku

Untuk melupakanmu aku membutuhkan waktu berhari-hari,berminggu-minggu,berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun

Tapi untuk kau melupakan ku hanya perlu sehari,sejam,semenit munkin hanya sedetik

Kembalilah kekasihku..

Dirimu masih bertahta didalam hatiku